selamat datang di website resmi Desa Leranwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban

Artikel

Ambulance Desa Leranwetan untuk Warga

14 November 2019 08:07:16  admin  567 Kali Dibaca  Berita Desa

Layanan gawat darurat di negeri sendiri masih sangatlah minim dan dapat dikatakan hampir mayoritas masyarakat tidak mengetahui siapa yang harus di hubungi apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpa dirinya atau anggota masyarakat lainnya, untuk meminta bantuan pun akan bingung karena tidak mengetahui siapa atau berapa nomor yang harus di hubungi, sangat ironi dimana pada saat ini telepon genggam di miliki oleh sebahagiaan besar masyarakat.

Apabila ada yang bertanya apa itu ambulans, saya yakin setiap individu manusia Indonesia dari anak – anak sampai dewasa mengetahuinya, akan tetapi untuk memahami fungsi dan kegunaan ambulans itu sendiri dipastikan hanya segelintir orang yang memahaminya. Tak di pungkiri bahkan setiap anggota kesehatan sendiri belum bisa memahami peruntukan ambulans nya yang sudah tersebar di seantero wilayah tanah air dan saya meyakini di setiap Puskesmas mereka memilikinya.

Ada angin segar yang berhembus dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia tapi tunggu dulu, kebijakan ini masih saya anggap timpang dan tidak sejalan dengan semangat UUD 45 itu sendiri walaupun pemerintah berusaha untuk mewujudkannya. Apakah angin segar itu… berubahnya PT. Askes (Asuransi Kesehatan) menjadi sebuah badan Nasional yang kemudian di namakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Badan ini terbentuk dari niat baik pemerintah untuk mewujudkan UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS dan di perkuat dengan Peraturan Presiden No.12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pada Pasal 15 ayat (3) dan Pasal 19 ayat (5) huruf a dan anggota BPJS tersebut adalah semua lapisan masyarakat yang di sebut PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan non PBI. Perubahan tersebut sebenarnya bisa menjadikan momentum untuk meningkatkan pelayan kesehatan yang paling dasar dan komprehensif, meliputi pelayanan preventif, promotif, kuratif dan edukatif, dimana sumbernya dari masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan peruntukannya bermanfaat oleh masyarakat, ini sangat luar biasa.

Pelayanan ambulans yang merupakan salah satu pelayanan dasar yang bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat ternyata di kebiri oleh pemerintah dengan keluarnya Peraturan Presiden yang dimaksud yaitu tertuang dalam BAB V mengenai Manfaat Jaminan Kesehatan, di pasal 20 ayat (4) mengenai manfaat non medis, kemudian ayat (6) “Ambulans sebagaimana dimaksud pada ayat (4) hanya diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan dengan kondisi tertentu yang di tetapkan oleh BPJS Kesehatan”. Padahal ambulans sudah tersebar di masing – masing Puskesmas, tenaga kesehatan sudah tersedia, alat dan obat – obatan juga tersedia, hanyaalat – alat pertolongan pertama pada kegawat daruratan yang perlu di tambah yang saya yakin apabila pemerintah memiliki keinginan yang baik, sangat mudah untuk melengkapinya. Semua kelengkapan itu tinggal di singkronkan dengan Kepolisian karena mereka juga memiliki “anggota” sampai pelosok tanah air apabila terjadi kasus kecelakaan Lantas atau kasus yang membutuhkan ambulans, selain itu kondisi tanggap darurat juga bisa memanfaatkannya bekerja sama dengan BASARNAS. Sayang apabila asset yang luar biasa menjadi biasa dan tak terpakai sesuai kegunaanya. Salah satu keuntungan dalam memanfaatkan fungsi ambulans yaitu cepatnya pertolongan pertama pada pasien yang berdampak dalam kecepatan penanganan kondisi pasien dan kemungkinan berkurangnya biaya pengobatan lanjutan karena dapat di minimalisir kemungkinan yang lebih buruk pada pengobatan di rumah sakit.

Pelayanan terhadap kesehatan masyarakat berupa pengadaan ambulan olah Pemerintah Desa Leranwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) manfaatnya begitu besar dirasakan oleh warga masyarakat. Pengadaan mobil ambulan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan prima kepada warga masyarakat Desa Leranwetan yang sedang sakit, melahirkan dan mengalami kecelakaan serta gangguan kesehatan lainnya.

Kepala Desa Leranwetan mengungkapkan pengadaan ambulan desa ini sangat berguna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat khususnya di Leranwetan. Dalam kondisi darurat yang terjadi di lingkungan masyarakat seperti sakit, kecelakaan, melahirkan dan sebagainya yang memerlukan angkutan rujukan, warga masyarakat tidak lagi kesulitan untuk itu,”.

Salah satu warga Desa Leranwetan mengatakan pada saat itu istrirnya akan melahirkan dan harus di rujuk kerumah sakit umum di Tuban, dengan disediakan fasilitas ambulans oleh pemerintah desa Leranwetan dirinya bisa lebih cepat dievakuasi kerumah sakit. Hal yang senada juga dikatakan oleh warga lainya, ia pada saat itu mau operasi karena sakit batu ginjal dan harus dilakukan tindakan medis di Rumah Sakit Umum di Tuban yang jaraknya dari desa Leranwetan sekitar 20 kilo meter, cukup memberitahu kepada kepala desa via Hand Phone, pemerintah desa Leranwetan langsung memerintahkan sopir ambulans untuk mengantar saya.

Fasilitas ambulans desa ini disediakan memang dalam rangka mempercepat pelayanan kesehatan terhadap masyarakat desa Leranwetan selama 24 jam non stop terkait transportasi warga yang sakit untuk berobat ke Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum, tutur kepala Desa.

Semoga ke depanya pelayan kesehatan yang paripurna bisa di rasakan olehmasyarakat Indonesia dan merasakan sebuah arti Kemerdekaan di bidang Kesehatan (KS).

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Update Covid-19 Kab. Tuban

[removed][removed]

Aparatur Desa

Wilayah Desa

Leranwetan Bisa

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:270
    Kemarin:386
    Total Pengunjung:143.836
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:35.153.100.128
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

11 November 2021 | 78 Kali
HARI JADI TUBAN KE 728
03 Juli 2021 | 317 Kali
PPKM DARURAT
12 Juni 2021 | 411 Kali
SDGs Desa
28 Januari 2021 | 202 Kali
LAPORAN REALISASI APBDES 2020
05 Januari 2021 | 209 Kali
APBDES 2021
01 Januari 2021 | 361 Kali
DESA LERANWETAN Surat Menyurat dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE)
04 Agustus 2020 | 516 Kali
PERDES LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA LERANWETAN
30 April 2014 | 17.957 Kali
Kelompok Tani
24 Agustus 2016 | 17.890 Kali
Struktur Organisasi Perangkat Desa
30 April 2014 | 17.827 Kali
RT RW
26 Agustus 2016 | 17.645 Kali
Sejarah Desa
30 April 2014 | 17.641 Kali
RPJM Desa
27 Januari 2020 | 17.380 Kali
Telpon Penting
30 April 2014 | 17.352 Kali
Karang Taruna
03 Juli 2021 | 317 Kali
PPKM DARURAT
22 April 2020 | 328 Kali
KARTU PRA KERJA
18 September 2019 | 332 Kali
Perdes Kewenangan Skala Lokal Desa
26 Agustus 2016 | 17.645 Kali
Sejarah Desa
30 April 2014 | 322 Kali
Prestasi Desa
12 Juni 2021 | 411 Kali
SDGs Desa
20 September 2019 | 331 Kali
Dispemas dan KB Gelar Bursa Inovasi Desa, Ini Tujuannya