MARI MEMBANGUN DESA

     

Sebagian besar masyarakat Desa cenderung salah dalam cara pandang, yang mana masyarakat identik dengan perilaku dan sikap yang kolot. Untuk itu, kita harus secara total mengubah cara pandang terhadap Desa.

      Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Desa memiliki wewenang penuh untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sendiri, akan tetapi kesadaran masyarakat akan hal ini masih sangat kurang, masyarakat cenderung lebih menutup diri dan seolah-olah tidak mau tahu.

     Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Desa sangatlah penting, namun masih ada masyarakat yang bersikap acuh bahkan banyak masyarakat yang berkata “opo jare nduwuran wae” (Terserah para pimpinan saja), pemikiran seperti inilah yang seharusnya dirubah. Masyarakat harus sadar bahwa sebenarnya merekalah bos dari para aparatur, masyarakat berhak dalam berpendapat bahkan berpatisipasi langsung demi kepentingan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan. Bahkan yang lebih parah, masih ada masyarakat yang sama sekali tidak mau ikut berpartisipasi namun nggrundel di belakang “ngono wae gak becus, harus’e iku koyok ngene.. koyok ngono.. bla bla bla..“. Kita di sini bukan hanya bertugas sebagai komentator hasil kerja para Birokrat, kita seharusnya lebih aktif dalam berpikir dan tindakan.

     Kelompok masyarakat ini pada umumnya berpandangan bahwa Pemerintah Desa hanya menampakan kesan memiliki tanggung jawab yang besar kepada masyarakat dan hanya memelihara kewibawaanya dalam menjalankan tugas untuk membangun masyarakat, berupaya keras memberdayakan unsur pemerintah, memperkuat pemerintahan dan memperkuat birokrasinya saja.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan sebuah Desa ditopang oleh kepemimpinan yang mampu mengartikulasi ide-ide atau gagasan yang dijaring dari aspirasi masyarakat. Kepemimpinan yang kuat dan visioner menjadi vaktor kunci dalam menyejahterakan masyarakat. Sebuah tujuan yang didampingi dengan program aksi serta kepemimpinan yang visioner akan menghasilkan prestasi yang menakjubkan, dengan demikian persoalan pemenuhan kebutuhan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan di berbagai bidang, atau persoalan lainnya akan teratasi.

Saya sangat peduli dengan kondisi tersebut, kita adalah bagian yang turut menentukan strategi dan kebijakan. Kita (khususnya para pemuda) wajib dan bertanggung jawab untuk mendorong dan melakukan sesuatu yang inovatif, kreatif dan berinisiatif untuk membangun Desa ini, Desa Leranwetan. Tentu dengan tekad dan semangat serta tindakan, bukan hanya sekedar wacana (BW-KD).

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)