Segenap Jajaran Struktur Organisasi Tata Kerja Pemerintah Desa Leranwetan mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES atas pelantikan Aditya Halindra Faridzki SE, (Sebagai Bupati Tuban) & H. Riyadi SH. (Sebagai Wakil Bupati Tuban) Periode 2021-2026 ~ LERANWETAN SMART VILLAGE http://leranwetan-palang.desa.id/

Artikel

PENJELASAN TERKAIT ISOLASI DIRI SENDIRI 14 HARI

01 April 2020 07:06:50  admin  251 Kali Dibaca  Berita Desa

Sesuai ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (“UU 4/1984”), pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina, merupakan salah satu bentuk upaya penanggulangan wabah.

Upaya penanggulangan wabah tersebut dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat secara aktif. Pemeriksaan, pengobatan, perawatan dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina adalah tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap penderita dengan tujuan:

  1. memberikan pertolongan medis kepada penderita agar sembuh dan mencegah agar mereka tidak menjadi sumber penularan;
  2. menemukan dan mengobati orang yang nampaknya sehat, tetapi mengandung penyebab penyakit sehingga secara potensial dapat menularkan penyakit (carrier).

Isolasi terkait wabah COVID-19 atau virus corona ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/202/2020 Tahun 2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) (“SE Menkes 02.01/2020”). Dalam upaya penanggulangan COVID-19, diperlukan panduan bagi masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19, baik untuk diri sendiri maupun kemungkinan penularan kepada orang-orang di sekitar, termasuk keluarga.

Terkait isolasi diri sendiri, mereka yang sakit diminta untuk tetap di rumah, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ke ruang publik untuk menghindari penularan COVID-19 ke orang lain di masyarakat;
  2. Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang di sekitar, termasuk keluarga;
  3. Melapor kepada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatan, riwayat kontak dengan pasien COVID-19, atau riwayat perjalanan dari negara/area transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatan.

Isolasi diri sendiri :

  1. ketika seseorang yang sakit (demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/gejala penyakit pernapasan lainnya), namun tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya (diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit paru kronik, AIDS, penyakit autoimun, dan lain-lain), maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat-tempat umum;
  2. Orang Dalam Pemantauan (“ODP”) yang memiliki gejala demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal dan/atau tidak menunjukkan gejala tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19;
  3. Lama waktu isolasi diri selama 14 hari hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Yang dimaksud sebagai ODP sendiri adalah seseorang yang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dan/atau orang dengan demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal.

Yang Harus Dilakukan Selama Isolasi Diri Sendiri

Yang dilakukan selama isolasi diri adalah:

  1. Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
  2. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain;
  3. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri.
  4. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  5. Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas), dan perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen/seprai
  6. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta keringkan;
  7. Lakukan etika batuk/bersin;
  8. Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi;
  9. Jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan;
  10. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.

Selain itu, yang dilakukan saat pemantauan diri sendiri:

  1. Lakukan observasi/pemantauan diri sendiri di rumah;
  2. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas
  3. Jika ada muncul gejala, laporkan ke petugas di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat;
  4. Jika hasil pemeriksaan sampel dinyatakan positif, maka melakukan isolasi diri sendiri. Apabila memiliki penyakit bawaan, berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, maka dilakukan perawatan di rumah sakit.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan sejumlah tindakan pencegahan, seperti:

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer;
  2. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin dengan tisu atau lengan atas bagian dalam yang tertekuk. Segera buang tisu ke tempat sampah yang tertutup dan bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer;
  3. Jaga jarak sosial setidaknya satu meter dengan orang lain, terutama dengan mereka yang batuk, bersin, dan demam;
  4. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan;
  5. Jika mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.

Patut diingat bahwa salah satu tujuan isolasi diri sendiri dapat dikaitkan dengan menemukan dan mengobati orang yang nampaknya sehat, tetapi mengandung penyebab penyakit sehingga secara potensial dapat menularkan penyakit (carrier). Dengan demikian, menurut hemat kami, langkah-langkah isolasi diri sendiri tersebut dapat dilakukan juga oleh mereka yang merasa sehat, guna mencegah penyebaran virus corona COVID-19 yang lebih masif.

 

PROTOKOL ISOLASI DIRI DARI KEMENKES RI

Protokol isolasi diri merupakan bagian dari protokol penanganan virus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Berikut ini poin-poin dalam protokol tersebut, yang perlu Anda ikuti.

  1. Jika sakit, tetaplah di rumah dengan dan patuhi anjuran ini:
  • Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ke ruang publik lainnya untuk menghindari penularan COVID-19 dari Anda ke orang lain yang berkontak dengan Anda secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang terdekat, termasuk keluarga.
  • Rutin melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19, atau riwayat perjalanan dari negara dengan transmisi lokal (penularan terjadi secara lokal) agar petugas kesehatan bisa mengambil sampel untuk diperiksa.
    1. Isolasi diri sendiri perlu dilakukan oleh orang dengan kriteria di bawah ini

Apabila Anda merasa sakit, dengan gejala:

  • Demam
  • Nyeri
  • Batuk atau pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Gejala penyakit pernapasan lainnya

     Serta tidak memiliki penyakit penyerta seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Kanker
  • Penyakit paru kronis
  • AIDS
  • Penyakit autoimun, dan lain-lain.

Maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tetap tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, kampus, atau ke tempat-tempat umum.

Bagi Anda yang masuk ke dalam kategori ODP (orang dalam pemantauan), baik yang menunjukkan gejala COVID-19 maupun tidak, diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Kelompok individu yang masuk dalam kategori ODP adalah mereka yang punya riwayat baru kembali dari negara yang memiliki kasus COVID-19 dengan transmisi lokal, dan pernah berkontak dengan orang yang positif terinfeksi COVID-19.

Lama waktu isolasi adalah 14 hari atau hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

  1. Hal yang perlu dilakukan selama proses isolasi diri

Selama menjalani protokol isolasi diri, Anda harus menjalani poin-poin di bawah ini:

  • Tinggal di rumah, jangan bekerja dan bepergian ke ruang publik.
  • Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.
  • Jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lainnya.
  • Selalu gunakan masker selama masa isolasi diri.
  • Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk dan kesulitan bernapas.
  • Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (gayung, sikat gigi, handuk) serta seprai.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, mempraktikkan etika batuk atau bersin yang benar, dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin.
  • Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  • Menjaga kebersihan rumah dengan dengan cairan desinfektan.
  • Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.
  • Jika hasil pemeriksaan sampel menunjukkan positif COVID-19, tapi Anda masuk sebagai kondisi yang ringan dan tidak memiliki penyakit penyerta, maka protokol isolasi diri harap dilanjutkan.
  • Jika pemeriksaan sampel menunjukkan hasil positif COVID-19 dan Anda memiliki riwayat penyakit penyerta atau penyakit bawaan seperti asma, jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan lain-lain, maka atas rekomendasi petugas kesehatan akan dilakukan perawatan di rumah sakit.
    1. Selama proses isolasi diri, tetap lakukan langkah pencegahan corona

Selama proses isolasi diri, Anda tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar infeksi corona tidak menyebar ke anggota keluarga, tetangga, atau orang lain yang berada dekat di sekitar Anda. Berikut langkah yang tetap perlu dilakukan:

  • Rajin cuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer
  • Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Setelah itu langsug buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Jaga jarak sosial setidaknya 1 meter dari orang lain, terutama dari mereka yang demam, batuk, dan bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
  • Jika mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.
    1. Perhatikan saat perlu memakai masker dan cara menggunakannya

Masker sebaiknya digunakan oleh:

  • Orang dengan gejala pernapasan, seperti batuk, bersin, atau kesulitan bernapas. Termasuk ketika mencari pertolongan medis.
  • Orang yang memberikan perawatan kepada individu dengan gejala pernapasan.
  • Petugas kesehatan terutama yang berbagi ruangan dengan pasien atau merawat seseorang dengan gejala pernapasan.

     Masker medis tidak diperlukan masyarakat umum tanpa gejala penyakit pernapasan. Jika masker harus digunakan, maka Anda perlu mengikuti cara penggunaan yang tepat, mulai dari awal penggunaan, melepas, hingga membuangnya. Cara menggunakan masker yang benar adalah

  • Pastikan masker menutup mulut, hidung, dan dagu dengan bagian masker yang berwarna ditempatkan di luar.
  • Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung dan tarik masker ke belakang dan ke bawah, hingga menutupi hidung, mulut, dan dagu.
  • Jika ingin melepas masker yang telah digunakan, lepaslah hanya dengan memegang tali di telinga dan langsung buang ke tempat sampah terutup.
  • Cuci tangan setelah melepas dan membuang masker dengan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Hindari menyentuh masker saat menggunakannya.
  • Jangan gunakan kembali masker sekali pakai. Ganti secara rutin apabila sudah kotor atau basah.

Langkah penting apabila ada anggota keluarga yang sedang isolasi diri di rumah

Apabila ada anggota keluarga di rumah yang harus melakukan protokol isolasi diri karena masuk sebagai ODP dan PDP atau supect, maka anggota keluarga lain yang tinggal di tempat yang sama harus membantu agar upaya isolasi berjalan lancar, dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Selalu monitor gejala yang dialami

Apabila ada anggota keluarga di rumah yang sedang menjalani protokol isolasi mandiri, maka pastikan Anda memiliki kontak fasyankes yang bisa dihubungi, jika sewaktu-waktu ada kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

Segera hubungi fasyankes, apabila orang yang sedang melakukan isolasi mandiri mengalami gejala seperti:

  • Susah bernapas
  • Sakit atau nyeri yang tak kunjung hilang di dada
  • Linglung dan susah untuk berkomunikasi
  • Wajah dan bibir mulai terlihat kebiruan

Selain memonitor gejala, Anda juga sebaiknya memastikan bahwa orang tersebut banyak minum air putih dan istirahat dengan baik di rumah. Berikan obat sesuai gejala yang dialami, juga membantu meredakan gejala yang dirasakan.

Bagi kebanyakan penderita COVID-19, gejala akan muncul selama beberapa hari dan mulai mereda setelah minggu pertama.

  • Bantu agar penyebaran virus corona bisa dicegah

Saat isolasi diri, pastikan orang tersebut tetap berada di ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, sebaiknya mereka gunakan kamar mandi yang berbeda dari orang yang sedang diisolasi. Selain itu, langkah-langkah berikut ini juga harus dilakukan:

  • Jangan menggunakan barang seperti handuk, alat makan, atau seprai bersamaan.
  • Pastikan orang yang sedang isolasi selalu menggunakan masker.
  • Jika tidak memungkinkan untuk menggukan masker, maka orang yang merawatnya atau berinteraksi dengannya lah yang harus memakai masker.
  • Rajin cuci tangan dan hindari menyentuh wajah.
  • Bersihkan semua permukaan yang sering disentuh seperti meja dan gagang pintu setiap hari menggunakan disinfektan.
  • Cuci baju orang yang diisolasi secara terpisah dan saat mencuci, pastikan Anda menggunakan sarung tangan sekali pakai. Setelah selesai mencuci, buang sarung tangan dan segera cuci tangan.
  • Untuk sementara jangan menerima tamu di rumah.

Protokol isolasi diri adalah bagian dari protokol penanganan corona yang diterbitkan oleh Kemenkes RI. Sehingga, sebaiknya Anda ikuti langkah-langkah tersebut jika memang sedang menjalani isolas mandiri dan jangan coba-coba untuk melanggarnya. Dengan begitu, penyebaran virus corona bisa ditekan dan pandemi bisa segera mereda.

bila ada hal urgen bisa contak : +62 895-1389-3777

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Update Covid-19 Kab. Tuban

[removed][removed]

Aparatur Desa

Wilayah Desa

Leranwetan Bisa

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:200
    Kemarin:145
    Total Pengunjung:78.390
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.236.170.171
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

18 Juni 2021 | 3 Kali
Bupati Baru
12 Juni 2021 | 36 Kali
SDGs Desa
28 Januari 2021 | 16 Kali
LAPORAN REALISASI APBDES 2020
05 Januari 2021 | 9 Kali
APBDES 2021
04 Agustus 2020 | 61 Kali
PERDES LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA LERANWETAN
15 Juli 2020 | 45 Kali
PERDES KEWENANGAN DESA LERANWETAN
03 Juli 2020 | 472 Kali
DESA LERANWETAN DIKUKUHKAN SEBAGAI DESA TANGGUH BENCANA
30 April 2014 | 17.145 Kali
Kelompok Tani
20 April 2014 | 17.139 Kali
Pengantar e-KTP
30 April 2014 | 17.121 Kali
RPJM Desa
26 Agustus 2016 | 17.089 Kali
Sejarah Desa
30 April 2014 | 17.084 Kali
RT RW
30 April 2014 | 17.046 Kali
Karang Taruna
26 Agustus 2016 | 17.037 Kali
Wilayah Desa
30 April 2014 | 17.046 Kali
Karang Taruna
29 Juli 2013 | 189 Kali
Profil Desa
26 Desember 2018 | 171 Kali
SK Operator Siskuedes
24 Mei 2020 | 183 Kali
Selamat Hari raya Idul Fitri
30 April 2014 | 16.991 Kali
RKP Desa
13 Juni 2018 | 16.996 Kali
Pengantar Akta Kematian
24 Agustus 2016 | 17.011 Kali
BUM Desa